Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Penataan Kursi Untuk Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1442 H di Masjid Rahmatan Lil ’alamin

  Masjid   Rahmatan Lil 'Alamin akan digunakan untuk pelaksanan shalat Idul Adha 1442 Hijriah/2021 Masehi yang jatuh pada Selasa, 20 Juli   2021. Oleh karna itu persiapan telah dimulai hari Minggu malam tepatnya 18 Juli 2021.   Persiapan di Masjid Rahmatan dilaksanakan oleh bagian perlengkapan yang terdiri dari Kementrian KPST, KPL, dan KPB.             Persiapan yang dilakukan diantaranya kebersihan dan penataan kursi, kursi yang akan digunakan yaitu sejumlah 1.350. Kursi tersebut disusun di lantai 1 Masjid Rahmatan Lil ’Alamin dengan diberi jarak 2 ubin atau setengah    M. Hanya lantai 1 yang memakai kursi sedangkan lantai 2, 3 dan 4 memakai sajadah yang telah ditetapkan. Kursi dipersiapkan untuk duduk setelah selesai shalat guna mendengarkan khutbah sebaik-baiknya. Hal ini bertujuan agar kita meletakkan diri dalam protokol kesehatan yang baik. Sejauh ini semua persiapan di Masjid Rahmatan Lil ’Alamin hampir sempurna dan Alhamdulillah tidak ada kendala dan berjalan dengan lanca

Pemotongan Hewan Kurban di RPH Al-Zaytun

Gambar
Petugas menyambelih hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) di kawasan Istana Beras, Kamis (22/07). ORGANISASI PELAJAR MAHAD AL-ZAYTUN  - Ma'had Al-Zaytun melaksanakan pemotongan hewan kurban. Protokol kesehatan ketat diterapkan panitia kurban Idul Adha. Menurut pantauan tim jurnal, pemotongan dimulai jam 8 pagi dibuka dengan apel menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan doa pagi. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Potong Hewan, Kamis (22/7/2021), terlihat sebuah tenda tempat penyembelihan kurban di kampus Al-Zaytun. Sejumlah panitia kurban, yaitu dari para Relawan dan Karyawan Ma'had Al-Zaytun dibantu oleh santri Kelas 12, tampak melakukan pemotongan, penyembelihan, dan pembungkusan hewan kurban di dalam RPH tersebut. Terlihat semua panitia kurban sedang memotong daging kurban dengan menggunakan masker di RPH. Pelaksanaan pemotongan hewan kurban hanya dilaksanakan hanya oleh panitia. Panitia mengatakan ada 7 ekor sapi, 25 ekor kambing dan 55 ekor domba yang disembelih pada

7000 Kotak Penuh Kemeriaan

Gambar
  Proses pengisian box yang dilakukan oleh santri kelas 11. (doc*Fakhrul) Proses pembuatan kotak nasi untuk menyambut Idul Adha dimulai dari tarikh 18 Juli – 19 Juli 2021. Program yang ditanggungjawabi Kementerian Kesehatan dan Perbekalan Umum (KKPU) dan Kementerian Ekonomi dari OPMAZ, dibawah koordinasi Usth. Anna Yunia dan Osfinetri dari Guru, dan Abi Mono dari bagian korlap kitchen. Pembuatan kotak nasi dilaksankan di Al-Akbar dan Kitchen. Untuk bagian Al-Akbar akan ada proses pembuatan box dan kerupuk yang dilakukan oleh santri kelas 11 nisa dan 12 rijal. Dan untuk bagian Kitchen sebagai pusat pembuatan lauk dan nasi. Menurut perhitungan, total populasi civitas Ma’had Al-Zaytun, makanan nasi kotak yang dibutuhkan sekitar 6.000. Namun Kementerian KKPU menyiapkan 7.000 mengantisipasi terdapatnya kendala yang tidak diharapkan. Menu nasi kotak terdiri dari daging sapi, kerupuk, lalapan, dan pisang. Namun untuk eksponenter dapat sedikit perbedaan. Daging yang digunakan untuk ekspone

Membangkitkan Pandu Pembela Umat Kemanusiaan Al-Zaytun

Gambar
Upacara dilakukan dengan jiwa yang dalam dengan menjaga jarak dan memakai masker AL-ZAYTUN, Organisasi Pelajar Ma'had Al-Zaytun - Seluruh Pandu Pembela Umat Kemanusiaan (PPUK) mengikuti pembukaan kegiatan ekstra kurikuler kepanduan bersama dengan para guru pembina. Upacara pembukaan dilaksanakan Sabtu, 3 Juli 2021, bertempat di Lapangan Medan Satria Wiratama dipimpin oleh Pratama Upacara dan dibuka secara langsung oleh Majelis Guru yang diwakilkan kepada Ustadz Abdul Rojak. Ustadz Abdul Rojak dalam sambutannya memberikan pengalaman mengenai nostalgianya saat pembukaan Kepanduan yang dipimpin langsung oleh Syaykh Al-Zaytun. ''Saya amat teringat dengan pembukaan kepanduan pertama kali, yang dipimpin langsung oleh Syaykh kita,'' ujarnya. Ia mengatakan bahwa santri diharapkan aktif mengikuti kegiatan ini karena banyak manfaatnya untuk bekal hidup, seperti menumbuhkan karakter manusia yang sehat, cerdas, dan manusiawi. Syifa Aulia sebagai Menteri Kepanduan Pelestarian Li