Langsung ke konten utama

Semangat Kolaborasi dalam Pemotongan Hewan Kurban di Al-Zaytun 1447 H

Semangat Kolaborasi dalam Pemotongan Hewan Kurban di Al-Zaytun 1447 H 



Ma'had Al-Zaytun, 27-29 Mei 2026 Semangat kebersamaan tampak dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban 1447 H di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Mahad Al-Zaytun, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada 27–29 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pelajar yang tergabung dalam Organisasi Pelajar Mahad Al-Zaytun (OPMAZ), Majelis Perwakilan Kelas (MPK), Paskibra, dan Pramuka bersama guru serta karyawan.

Setiap harinya, kegiatan diawali dengan briefing dan doa bersama sebelum seluruh panitia menjalankan tugas masing-masing. Para pelajar turut berpartisipasi dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari membantu pemindahan hewan ke lokasi pemotongan, proses pengulitan, pencacahan daging, penimbangan, pembungkusan, hingga persiapan distribusi kepada masyarakat.





Keterlibatan pelajar dalam kegiatan kurban menjadi sarana pembelajaran langsung yang memberikan pengalaman di luar kelas. Selain melatih tanggung jawab dan kerja sama, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial serta semangat gotong royong.

Ali Haidar Azizi, santri kelas 11 MIPA 2 yang bertugas sebagai koordinator pembungkusan, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, proses penimbangan, pengemasan, hingga persiapan distribusi mengajarkan pentingnya ketelitian dan koordinasi dalam bekerja sebagai sebuah tim.

Hal senada disampaikan Khikmatun Rizki Amalia, santriwati kelas 11 MIPA A yang terlibat dalam proses pencacahan dan penimbangan daging. Ia menilai kegiatan kurban menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai manajemen pelaksanaan kurban yang selama ini hanya diketahui melalui teori.




Pada pelaksanaan kurban tahun ini, Mahad Al-Zaytun menyembelih 36 ekor sapi, 111 ekor domba, dan 30 ekor kambing. Daging kurban kemudian dikemas menggunakan daun jati dan didistribusikan kepada ribuan penerima manfaat di berbagai daerah.

Melalui kegiatan ini, para pelajar tidak hanya terlibat dalam proses teknis pelaksanaan kurban, tetapi juga belajar mengenai nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kodrat Alam dan Kodrat Zaman: Pilar Pemikiran Pendidikan Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd.

  Kodrat Alam dan Kodrat Zaman: Pilar Pemikiran Pendidikan Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. Ma’had Al-Zaytun, 02 Juni 2025  – Al-Zaytun menyelenggarakan pembukaan pelatihan pelaku didik yang diselenggarakan di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin pada 01 Juni 2025, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. membawakan materi yang mendalam tentang dua konsep utama Pendidikan, yaitu: “Kodrat alam dan Kodrat Zaman”. Materi ini menjadi pijakan penting bagi para pelaku didik untuk menciptakan sistem pendidikan yang manusiawi dan adaptif terhadap zaman. Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari tahun 2017 hingga 2020 dan kini aktif sebagai Ketua Dewan Pendidikan Daerah Indah Yogyakarta (DIY) dan dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap pengembangan karakter dan budaya melalui pendidikan Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. Memberikan materi   Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. menjelaskan bahwa kodrat al...

Rumah Produksi Ungkap Alasan Buat Upin dan Ipin Botak

  Figure 1 Rumah produksi, Les' Copaque, mengungkapkan alasan membuat Upin dan Ipin botak serta yatim piatu. Foto: (dok. Les' Copaque Production via YouTube) Rumah produksi Les' Copaque (LCP) blak-blakan mengenai asal usul Upin & Ipin. Salah satunya adalah alasan membuat Upin dan Ipin botak hampir di seluruh musim dan episode serial animasi tersebut. Les' Copaque mengatakan dua hal mendasari kepala anak kembar tersebut botak, yakni bujet dan waktu pengerjaan. "Ketika Upin & Ipin Musim 1 dihasilkan, pihak LCP terpaksa memendekkan kos dan mempercepatkan proses pembuatan," cuit Les' Copaque pada Senin (17/1). Nak buat rambut (hair simulation) ketika itu terlalu memakan masa. Maka, Upin dan Ipin direka botak tetapi Upin ada sehelai rambut," tulis mereka. Namun, LCP pernah menampilkan Upin dan Ipin dengan rambut lebat. Hal itu terlihat jelang penayangan musim ke-14 beberapa waktu lalu.  Begitu juga ketika Upin & Ipin Musim 1 dihasil...

Mengenal Ibu Kasur, Pencipta Lagu Anak yang Jadi Google Doodle

  Foto: Wajah Bu Kasur pada Gambar Google Doodle Wajah Bu Kasur menjadi sosok yang ditayang dalam Google Doodle pada 16/1/2022. Bu Kasur sendiri dikenal sebagai seniman dan tokoh pendidikan kenamaan di Indonesia. Bu Kasur lahir dengan nama Sandiah di Jakarta, 16 Januari 1926. Ia bersekolah di Meer Uirgetreid Lager Onderwijs (Mulo) tahun 1930. Bu Kasur lebih dikenal dengan nama tersebut setelah menikah dengan Pak Kasur yang bernama asli Soerjono. Mereka berdua merupakan pasangan suami istri pencipta lagu anak-anak yang rutin tampil di berbagai acara televisi serta radio . Kisah Hidup Bu Kasur Berikut adalah kisah hidup bu Kasur yang dilansir dari laman Kem end ikbud . Bu Kasur mengelola TK Mini pada tahun 1965. TK tersebut juga meluluskan tokoh-tokoh Indonesia seperti Presiden Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Hayono Isman, dan Ateng.   Kala itu TK Mini terbagi menjadi tiga jenjang yaitu Parkit untuk anak berusia tiga tahun, Kutilang untuk usia empat ta...