Langsung ke konten utama

Genap Setahun Berjalan, Simposium Pendidikan di Ma'had Al-Zaytun Rekomendasikan Pembangunan 500 Sekolah Berasrama

 Genap Setahun Berjalan, Simposium Pendidikan di Ma'had Al-Zaytun Rekomendasikan Pembangunan 500 Sekolah Berasrama

Ma'had Al-Zaytun, 31 Mei - 1 Juni 2026 Rangkaian panjang Pelatihan Pelaku Didik yang telah berjalan konsisten selama satu tahun penuh sejak 1 Juni 2025 akhirnya mencapai puncaknya. Momentum tersebut ditandai dengan digelarnya Konferensi & Simposium Pendidikan Indonesia yang berlangsung selama dua hari, 31 Mei hingga 1 Juni 2026, bertempat di Ma'had Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.

Acara berskala nasional yang menjadi wadah evaluasi satu tahun musyawarah ini dihadiri langsung oleh 33 Guru Besar dan Cendekiawan Indonesia lintas disiplin ilmu. Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, simposium resmi menghasilkan naskah strategis bertajuk "Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama menuju Indonesia Raya Abadi".


Soroti Kesenjangan Mutu dan Tantangan Era AI

Dalam naskah rekomendasi yang dibacakan, para akademisi menyoroti sejumlah tantangan krusial pada potret pendidikan nasional hari ini. Indonesia dinilai masih menghadapi masalah fundamental seperti kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah, lemahnya pembangunan karakter kepemimpinan, serta rendahnya budaya riset dan inovasi.

Selain problem domestik, dunia pendidikan saat ini dituntut adaptif terhadap tantangan abad ke-22. Gempuran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan revolusi digital yang masif mengharuskan lahirnya generasi baru yang tidak hanya cerdas akademik, melainkan memiliki ketahanan moral dan jiwa kebangsaan yang kuat.

Gagasan 500 Sekolah Berasrama dan Kurikulum LSTEAMS


Sebagai langkah solusi yang konkret dan rasional, simposium ini mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk mengimplementasikan pembangunan 500 Pusat Pendidikan Nasional Berasrama Terintegrasi secara merata di seluruh pelosok Indonesia. Sistem sekolah berasrama (boarding school) dinilai menjadi jawaban paling efektif untuk mempercepat pemerataan kualitas SDM dan memperkuat persatuan bangsa.

Untuk mendukung program tersebut, para cendekiawan merekomendasikan formula kurikulum kontemporer berbasis LSTEAMS (Law, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Spiritual). Integrasi ini diharapkan mampu mencetak output generasi yang melek teknologi, taat hukum, kreatif, namun tetap memiliki tanggung jawab kemanusiaan global yang berakar pada nilai spiritualitas.

Acara kemudian ditutup dengan khidmat melalui pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Syaykh Al-Zaytun. Melalui momentum simposium ini, para akademisi kembali menegaskan komitmennya bahwa membangun manusia dan membenahi mutu pendidikan adalah fondasi mutlak dalam membangun peradaban bangsa yang abadi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kodrat Alam dan Kodrat Zaman: Pilar Pemikiran Pendidikan Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd.

  Kodrat Alam dan Kodrat Zaman: Pilar Pemikiran Pendidikan Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. Ma’had Al-Zaytun, 02 Juni 2025  – Al-Zaytun menyelenggarakan pembukaan pelatihan pelaku didik yang diselenggarakan di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin pada 01 Juni 2025, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. membawakan materi yang mendalam tentang dua konsep utama Pendidikan, yaitu: “Kodrat alam dan Kodrat Zaman”. Materi ini menjadi pijakan penting bagi para pelaku didik untuk menciptakan sistem pendidikan yang manusiawi dan adaptif terhadap zaman. Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari tahun 2017 hingga 2020 dan kini aktif sebagai Ketua Dewan Pendidikan Daerah Indah Yogyakarta (DIY) dan dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap pengembangan karakter dan budaya melalui pendidikan Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. Memberikan materi   Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. menjelaskan bahwa kodrat al...

Rumah Produksi Ungkap Alasan Buat Upin dan Ipin Botak

  Figure 1 Rumah produksi, Les' Copaque, mengungkapkan alasan membuat Upin dan Ipin botak serta yatim piatu. Foto: (dok. Les' Copaque Production via YouTube) Rumah produksi Les' Copaque (LCP) blak-blakan mengenai asal usul Upin & Ipin. Salah satunya adalah alasan membuat Upin dan Ipin botak hampir di seluruh musim dan episode serial animasi tersebut. Les' Copaque mengatakan dua hal mendasari kepala anak kembar tersebut botak, yakni bujet dan waktu pengerjaan. "Ketika Upin & Ipin Musim 1 dihasilkan, pihak LCP terpaksa memendekkan kos dan mempercepatkan proses pembuatan," cuit Les' Copaque pada Senin (17/1). Nak buat rambut (hair simulation) ketika itu terlalu memakan masa. Maka, Upin dan Ipin direka botak tetapi Upin ada sehelai rambut," tulis mereka. Namun, LCP pernah menampilkan Upin dan Ipin dengan rambut lebat. Hal itu terlihat jelang penayangan musim ke-14 beberapa waktu lalu.  Begitu juga ketika Upin & Ipin Musim 1 dihasil...

Mengenal Ibu Kasur, Pencipta Lagu Anak yang Jadi Google Doodle

  Foto: Wajah Bu Kasur pada Gambar Google Doodle Wajah Bu Kasur menjadi sosok yang ditayang dalam Google Doodle pada 16/1/2022. Bu Kasur sendiri dikenal sebagai seniman dan tokoh pendidikan kenamaan di Indonesia. Bu Kasur lahir dengan nama Sandiah di Jakarta, 16 Januari 1926. Ia bersekolah di Meer Uirgetreid Lager Onderwijs (Mulo) tahun 1930. Bu Kasur lebih dikenal dengan nama tersebut setelah menikah dengan Pak Kasur yang bernama asli Soerjono. Mereka berdua merupakan pasangan suami istri pencipta lagu anak-anak yang rutin tampil di berbagai acara televisi serta radio . Kisah Hidup Bu Kasur Berikut adalah kisah hidup bu Kasur yang dilansir dari laman Kem end ikbud . Bu Kasur mengelola TK Mini pada tahun 1965. TK tersebut juga meluluskan tokoh-tokoh Indonesia seperti Presiden Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Hayono Isman, dan Ateng.   Kala itu TK Mini terbagi menjadi tiga jenjang yaitu Parkit untuk anak berusia tiga tahun, Kutilang untuk usia empat ta...