Langsung ke konten utama

Langkah Kecil Hari Ini, Pengalaman Besar untuk Masa Depan Praktik Kerja Lapangan Pelajar Kelas 11 Ma’had Al Zaytun

Langkah Kecil Hari Ini, Pengalaman Besar untuk Masa Depan 
Praktik Kerja Lapangan Pelajar Kelas 11 Ma’had Al Zaytun

Ma'had Al-Zaytun, 03 Mei 2026 Ma’had Al-Zaytun kembali menghadirkan program pembelajaran berbasis praktik melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan bagi pelajar Kelas 11. Program ini merupakan salah satu program kerja dari Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Koperasi yang bertujuan untuk membangun karakter, keterampilan, serta pengalaman kerja nyata bagi para pelajar.

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan resmi dibuka pada tanggal 03 Mei 2026 di Basement Gedung Ali bin Abi Thalib. Acara pembukaan dibuka oleh Ustadzah Siti Umawarah S.Pd., M.P. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kegiatan Praktik Kerja Lapangan menjadi sarana pembelajaran penting bagi para pelajar untuk mengenal dunia kerja secara langsung, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta menanamkan sikap disiplin dan profesionalisme sejak dini.





Program Praktik Kerja Lapangan ini dilaksanakan mulai tanggal 03 Mei 2026 hingga 01 Maret 2027. Selama kegiatan berlangsung, para pelajar ditempatkan di beberapa unit kerja di lingkungan Ma’had Al-Zaytun, di antaranya Kantin Umum Ma’had Al-Zaytun, Restoran Wisma Tamu Al Islah, serta Cafe Kita. Di tempat-tempat tersebut, para pelajar mendapatkan kesempatan untuk mempelajari berbagai aktivitas kerja secara langsung, mulai dari pelayanan, pengelolaan administrasi sederhana, penataan tempat, hingga kerja sama tim dalam melayani kebutuhan tamu.

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan juga menjadi salah satu bentuk implementasi keterampilan  pendidikan karakter yang diterapkan di Ma’had Al-Zaytun. Tidak hanya belajar mengenai teori, para pelajar juga diajak untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.


Para pelajar menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka merasa mendapatkan pengalaman baru yang berbeda dari kegiatan belajar di kelas. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menggali potensi diri serta memahami pentingnya kerja keras dan profesionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya program Praktik Kerja Lapangan ini, diharapkan para pelajar Kelas 11 Ma’had Al-Zaytun mampu mengembangkan kemampuan diri secara optimal serta memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang lebih baik untuk menghadapi dunia kerja maupun jenjang pendidikan berikutnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi pengalaman besar yang bermanfaat untuk masa depan. Melalui semangat belajar, bekerja, dan berproses, para pelajar diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kodrat Alam dan Kodrat Zaman: Pilar Pemikiran Pendidikan Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd.

  Kodrat Alam dan Kodrat Zaman: Pilar Pemikiran Pendidikan Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. Ma’had Al-Zaytun, 02 Juni 2025  – Al-Zaytun menyelenggarakan pembukaan pelatihan pelaku didik yang diselenggarakan di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin pada 01 Juni 2025, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. membawakan materi yang mendalam tentang dua konsep utama Pendidikan, yaitu: “Kodrat alam dan Kodrat Zaman”. Materi ini menjadi pijakan penting bagi para pelaku didik untuk menciptakan sistem pendidikan yang manusiawi dan adaptif terhadap zaman. Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari tahun 2017 hingga 2020 dan kini aktif sebagai Ketua Dewan Pendidikan Daerah Indah Yogyakarta (DIY) dan dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap pengembangan karakter dan budaya melalui pendidikan Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. Memberikan materi   Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. menjelaskan bahwa kodrat al...

Rumah Produksi Ungkap Alasan Buat Upin dan Ipin Botak

  Figure 1 Rumah produksi, Les' Copaque, mengungkapkan alasan membuat Upin dan Ipin botak serta yatim piatu. Foto: (dok. Les' Copaque Production via YouTube) Rumah produksi Les' Copaque (LCP) blak-blakan mengenai asal usul Upin & Ipin. Salah satunya adalah alasan membuat Upin dan Ipin botak hampir di seluruh musim dan episode serial animasi tersebut. Les' Copaque mengatakan dua hal mendasari kepala anak kembar tersebut botak, yakni bujet dan waktu pengerjaan. "Ketika Upin & Ipin Musim 1 dihasilkan, pihak LCP terpaksa memendekkan kos dan mempercepatkan proses pembuatan," cuit Les' Copaque pada Senin (17/1). Nak buat rambut (hair simulation) ketika itu terlalu memakan masa. Maka, Upin dan Ipin direka botak tetapi Upin ada sehelai rambut," tulis mereka. Namun, LCP pernah menampilkan Upin dan Ipin dengan rambut lebat. Hal itu terlihat jelang penayangan musim ke-14 beberapa waktu lalu.  Begitu juga ketika Upin & Ipin Musim 1 dihasil...

Mengenal Ibu Kasur, Pencipta Lagu Anak yang Jadi Google Doodle

  Foto: Wajah Bu Kasur pada Gambar Google Doodle Wajah Bu Kasur menjadi sosok yang ditayang dalam Google Doodle pada 16/1/2022. Bu Kasur sendiri dikenal sebagai seniman dan tokoh pendidikan kenamaan di Indonesia. Bu Kasur lahir dengan nama Sandiah di Jakarta, 16 Januari 1926. Ia bersekolah di Meer Uirgetreid Lager Onderwijs (Mulo) tahun 1930. Bu Kasur lebih dikenal dengan nama tersebut setelah menikah dengan Pak Kasur yang bernama asli Soerjono. Mereka berdua merupakan pasangan suami istri pencipta lagu anak-anak yang rutin tampil di berbagai acara televisi serta radio . Kisah Hidup Bu Kasur Berikut adalah kisah hidup bu Kasur yang dilansir dari laman Kem end ikbud . Bu Kasur mengelola TK Mini pada tahun 1965. TK tersebut juga meluluskan tokoh-tokoh Indonesia seperti Presiden Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Hayono Isman, dan Ateng.   Kala itu TK Mini terbagi menjadi tiga jenjang yaitu Parkit untuk anak berusia tiga tahun, Kutilang untuk usia empat ta...