Langsung ke konten utama

Festival Pelajar OPMAZ 2025: Wadah Kreativitas, Sportivitas, dan Pembentukan Karakter Pelajar

 

Festival Pelajar OPMAZ 2025: Wadah Kreativitas, Sportivitas, dan Pembentukan Karakter Pelajar

Gambar 1.1 Gambar atas kiri: kegiatan olahraga senam; gambar atas tengah: kegiatan olahraga marathon; gambar atas kanan: kegiatan olahraga voli; gambar bawah kiri: kegiatan olahraga bola basket; gambar bawah tengah: kegiatan olahraga futsal; gambar bawah kanan: kegiatan olahraga sepak bola yang diselenggarakan dalam rangka Festival Pelajar sebagai upaya meningkatkan kebugaran jasmani, sportivitas, serta kebersamaan peserta didik.







Ma’had Al-Zaytun, 29 Desember 2025 — Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) menyelenggarakan kegiatan Festival Pelajar sebagai bentuk kegiatan lapang pasca Asesmen Subsumatif Akhir Semester (ASAS). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dan diikuti oleh seluruh pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) serta Madrasah Aliyah (MA) kelas X dan XII.

Festival Pelajar dirancang sebagai ajang penyaluran minat dan bakat pelajar melalui berbagai kegiatan olahraga dan seni. Pada bidang olahraga, kegiatan yang dilaksanakan meliputi senam, maraton, voli, basket, futsal, dan sepak bola. Seluruh cabang olahraga ini disambut antusias oleh para peserta dan berlangsung dengan penuh semangat sportivitas.

                

                            

Gambar 1.2 Penampilan dance modern pelajar kelas VII pada Eventporium

Gambar 1.3 Penampilan tari tradisional pelajar kelas VIII pada Eventporium

 



Gambar 1.4 Penampilan band pelajar kelas IX pada Eventporium


Gambar 1.5 Penampilan vocal solo pelajar kelas XII pada Eventporium

Sementara itu, kegiatan seni diselenggarakan di Auditorium Mini Zeteso dan diikuti oleh pelajar kelas VII, VIII, IX, dan XII. Kegiatan seni ini berlangsung pada 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, menampilkan berbagai kreativitas pelajar dalam bidang seni pertunjukan.

Gambar 1.6 Pelaksanaan kegiatan wide game bagi pelajar kelas X yang dilaksanakan pada Selasa, 30 Desember 2025, di lingkungan sekitar Lapangan Raden Satria Wiratama.




 

Selain olahraga dan seni, OPMAZ juga menyelenggarakan Wide Game bagi pelajar kelas X. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kerja sama tim, strategi, serta kepemimpinan peserta didik melalui permainan edukatif dan menantang.



.

Gambar 1.7 Menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh dirigen kelas XII, Nura Amelia, pada kegiatan olahraga di Palagan Agung.


Gambar 1.8 Pengucapan Sapta Janji Darma Bakti dalam tiga bahasa oleh pelajar kelas XII pada kegiatan Eventporium di Auditorium Mini Zeteso.


 Rangkaian Festival Pelajar diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya tiga stanza, pembacaan Sapta Janji Darma Bakti, serta doa bersama sebagai tanda dimulainya seluruh kegiatan.

Secara keseluruhan, Festival Pelajar Ma’had Al-Zaytun 2025 berlangsung dengan sukses dan khidmat. Melalui kegiatan ini, pelajar tidak hanya memperoleh kesenangan dan kesehatan, tetapi juga dibina untuk membentuk karakter positif, seperti rasa empati, kemampuan bekerja dalam kelompok, serta semangat pengorbanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Produksi Ungkap Alasan Buat Upin dan Ipin Botak

  Figure 1 Rumah produksi, Les' Copaque, mengungkapkan alasan membuat Upin dan Ipin botak serta yatim piatu. Foto: (dok. Les' Copaque Production via YouTube) Rumah produksi Les' Copaque (LCP) blak-blakan mengenai asal usul Upin & Ipin. Salah satunya adalah alasan membuat Upin dan Ipin botak hampir di seluruh musim dan episode serial animasi tersebut. Les' Copaque mengatakan dua hal mendasari kepala anak kembar tersebut botak, yakni bujet dan waktu pengerjaan. "Ketika Upin & Ipin Musim 1 dihasilkan, pihak LCP terpaksa memendekkan kos dan mempercepatkan proses pembuatan," cuit Les' Copaque pada Senin (17/1). Nak buat rambut (hair simulation) ketika itu terlalu memakan masa. Maka, Upin dan Ipin direka botak tetapi Upin ada sehelai rambut," tulis mereka. Namun, LCP pernah menampilkan Upin dan Ipin dengan rambut lebat. Hal itu terlihat jelang penayangan musim ke-14 beberapa waktu lalu.  Begitu juga ketika Upin & Ipin Musim 1 dihasil...

Kodrat Alam dan Kodrat Zaman: Pilar Pemikiran Pendidikan Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd.

  Kodrat Alam dan Kodrat Zaman: Pilar Pemikiran Pendidikan Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. Ma’had Al-Zaytun, 02 Juni 2025  – Al-Zaytun menyelenggarakan pembukaan pelatihan pelaku didik yang diselenggarakan di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin pada 01 Juni 2025, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. membawakan materi yang mendalam tentang dua konsep utama Pendidikan, yaitu: “Kodrat alam dan Kodrat Zaman”. Materi ini menjadi pijakan penting bagi para pelaku didik untuk menciptakan sistem pendidikan yang manusiawi dan adaptif terhadap zaman. Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari tahun 2017 hingga 2020 dan kini aktif sebagai Ketua Dewan Pendidikan Daerah Indah Yogyakarta (DIY) dan dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap pengembangan karakter dan budaya melalui pendidikan Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. Memberikan materi   Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. menjelaskan bahwa kodrat al...

Mengenal Ibu Kasur, Pencipta Lagu Anak yang Jadi Google Doodle

  Foto: Wajah Bu Kasur pada Gambar Google Doodle Wajah Bu Kasur menjadi sosok yang ditayang dalam Google Doodle pada 16/1/2022. Bu Kasur sendiri dikenal sebagai seniman dan tokoh pendidikan kenamaan di Indonesia. Bu Kasur lahir dengan nama Sandiah di Jakarta, 16 Januari 1926. Ia bersekolah di Meer Uirgetreid Lager Onderwijs (Mulo) tahun 1930. Bu Kasur lebih dikenal dengan nama tersebut setelah menikah dengan Pak Kasur yang bernama asli Soerjono. Mereka berdua merupakan pasangan suami istri pencipta lagu anak-anak yang rutin tampil di berbagai acara televisi serta radio . Kisah Hidup Bu Kasur Berikut adalah kisah hidup bu Kasur yang dilansir dari laman Kem end ikbud . Bu Kasur mengelola TK Mini pada tahun 1965. TK tersebut juga meluluskan tokoh-tokoh Indonesia seperti Presiden Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Hayono Isman, dan Ateng.   Kala itu TK Mini terbagi menjadi tiga jenjang yaitu Parkit untuk anak berusia tiga tahun, Kutilang untuk usia empat ta...